Minggu, 06 November 2011

Ketika Citra Berdesis

Kemegahan kota jakarta ternyata menyimpan segudang masalah kemiskinan, masalah perkotaan, kemacetan yang tiada berujung. Tapi ini cerita bukan tentang kota jakarta maupun kemacetannya, namun ini adalah kisah seorang wanita bernama citra.
Citra wanita berumur 17 tahun ini adalah salah satu wanita berprestasi dengan tingkat kecerdasan yang melebihi rata-rata kecerdasan anak SD. Dengan kecerdasan yang dimilikinya, dia sering juara kelas, bahkan juara dalam segala hal. Dalam bermain lompat tali, bekel, tarik tambang, panjat pinang dan bahkan lomba makan paku.
Citra terlahir dalam keluarga yang kurang mencukupi, dengan ayah seorang pekerja proyek mencangkul dan ibu seorang koki di rumah. Namun, dengan semua kekurangan yang dia punya, citra mampu bersaing dengan teman - temannya dalam hal prestasi. Orang tua mana yang tidak bangga memiliki anak seperti seorang citra ini.

Dan pada suatu hari, *disekolah*
Dinna: Citraaaa, gue punya kabar baik buat lo??
citra: kabar apa emang, jangan bilang kabar ayu ting-ting nemuin alamat palsunya..
dinna: engga, engga, gue serius cit.. lo dapet beasiswa ke kairo mesir!!
citra: apaaaaaah *zoomin* lo, lo dapet kabar ini dari mana?
dinna: kata ibu romlah, lo dapet beasiswa buat sekolah disana..
citra: *mata berkaca2* ga, ga mungkin..
dinna: *hug* uuuuuuh, jangan nangis. gue tau kok lo ga mau kehilangan kita kan..
citra: ga, bukan itu..
dinna: trus apa?
citra: gue ga bisa bahasa arab dinna..
dinna: *dorong* lo! ga pantes peluk2 gue!
citra: terus gue musti gimana?
dinna: ya lo les privat aja.
mendengar kabar ini, citra langsung mengabarkan kepada kedua orang tuannya.
citra: maaah, paaah.. citra dapet beasiswa ke kairo
mama: apaaaah, *zoomout* kamu hebat nak, memang ga salah mamah nemuin kamu dulu
papa: iyaaa, selamat ya nak.. papa ikut terharu mendengar berita ini. kapan kamu berangkat?
citra: 2 minggu lagi citra berangkat pah..

2 minggu kemudian, citra mulai bisa berbahasa arab. hal ini disebabkan citra sering mengkonsumsi daging onta. Citra pun tak bisa berhenti menerima sebuah keajaiban ini, sampai2 dia tidak bisa tidur.
pada hari keberangkatan citra ke kairo
citra: mah, pah, citra pamit ya. doain citra selamat sampai tujuan ya mah pah.. citra bakal kangen kalian semua..
papa: iya nak, papa juga akan selalu mendoakan kamu..
mama: iya nak, hati2 ya disana. jaga dirimu baik2.
suasana haru pun terlihat di kediaman citra, tidak hanya dirumah disekolah citra pun terlihat antusias teman2 untuk melepas kepergian citra ke kairo.
dinna: citraaaaaa, gue bakal kangen banget sama lo..
citra: iyaaa gue juga din, doain gue sukses disana yaaaa
uut: iyaaa gue slalu doain lo kok, jangan lupain gue ya kalo lo udah sukses..
citra: iyyaaa..
untuk yang terakhir kalinya mereka bertemu. tangis pun meledak, semua teman2 citra berusaha memeluk citra dengan erat. seraya tidak ingin melepas kepergian citra. #backsound Jangan Pergi - D'masiv

3 jam perjalanan menuju bandara, citra hanya bisa menangis di dalam mobil yang ditumpangi nya. sesampainnya disana citra langsung menaiki pesawat menuju kairo mesir, tempat dimana dia akan melanjutkan sekolahnya. berjam-jam di pesawat citra hanya berdiam diri, membaca novel yang di pegang nya, dan dibacanya samapi berulang ulang. akhirnya citra pun sampai di kairo, dia langsung bergegas menuju tempat tinggalnya selama dia bersekolah di kairo. 1 hari, 2 hari pun di lalui nya. citra pun sudah mulai terbiasa dengan sesana di kota tersebut. dan pada suatu hari..
Ahsan: haaay.. siswi baru ya :)
citra: eh, haaay.. iya kamu dari indonesia juga??
ahsan: iya aku dari indonesia juga :)
citra: kamu tinggal dimana??
ahsan: tak jauh dari sini, hanya 5 menit jika jalan kaki. mau main?
citra: emmh, ga deh makasih :)


tak tau kenapa, sejak pertama kali citra bertemu dengan ahsan citra mulai menyimpan rasa kepada ahsan. namun citra tak dapat mengungkapkannya. berbulan bulan rasa itu dia pendam, citra dan ahsan pun kini sudah menjadi teman dekat. namun suatu ketika ahsan mengajak citra untuk berjalan jalan di sekitar sungai nil
ahsan: citraaaa.. aku mau ngomong sesuatu sama kamu..
citra: apa itu??
ahsan: hmmm.. *ahsan gugup*
citra: katakan saja jika itu memang perlu dikatakan
ahsan: aku sebenernya..
citra: iyaa apa??
ahsan: aku mulai suka sama kamu..
citra: kamu, yakin?
ahsan: iyaaa, kayanya aku suka sama kamu. kamu mau jadi pacar aku?? #backsound ketika citra berdesis
citra: aku akan terima cinta kamu, setelah aku lulus nanti
ahsan: whatever it is, for your sake will i do :)
ini adalah lagu yang dituliskan oleh citra:

bertuturlah citra
Mengucap satu nama
Seindah goresan tintamu dalam buku ku
Citra yang berdesis
Mengutus Hati ini
Kusandarkan hidup dan matiku pada bangku
Bisikkan desisku
Dalam butiran pasir
Kupanjatkan pintaku padamu oh ahsan
Sudah di ubun-ubun cinta mengusik resah
Tak bisa kupaksa walau bibir menjerit

Ketika Cinta berdesis bibirku berdesis merdu
Kembang kempis hidungku merangkai butir cinta
Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
terima kasih ahsan, aku ga jomblo lagi..


1 tahun pun berlalu, citra pun akhirnya lulus citra pun menerima cinta. dan melanjutkan kuliahnya di indonesia bersama ahsan. mereka pun akhirnya bertahan sampai ke jenjang pelaminan. sungguh cerita yang sangat mengharukan.
pesan untu para pembaca:
"Ilmu itu bagaikan air yang tergenang kalau tidak di sampaikan, ilmu juga bagaikan air yang keruh kalau disampaikan tidak disertai pengamalan"
"Orang setiap hari makan dari mulut ke bawah, mengisi perutnya. Apakah sudah setiap hari makan dari mulut ke atas, mengisi otaknya (belajar) ?"